Melakukanpergelaran seni tari. 341 Seni Budaya Seni pertunjukan yang dapat dipagelarkan salah satunya adalah karya seni tari, merupakan ekspresi karya seni yang diungkapkan melalui gerak. No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Unsur pendukung dalam pergelaran tari 2 Simbol yang terdapat di dalam pergelaran tari 3 Jenis tari dalam Penelitianini membahas patung garuda dalam seni budaya Bali dari perspektif kajian fungsi. Patung garuda dalam seni budaya Bali merupakan simbol-simbol yang memiliki bermacam fungsi. Maka itu patung garuda keberadaannya sangat popular di Bali. Saking populernya patung garuda ini menjadi daya tarik untuk dikaji lebih mendalam terkait pada seni budaya Bali dari perspektif fungsi. FormatDiskusi Hasil Pengamatan Nama Siswa : NIS : Hari/Tanggal Pengamatan : No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Unsur-unsur rupa yang menonjol 2 Obyek yang tampak 3 Bagian obyek yang paling menarik Agar lebih memahami karya seni rupa tiga dimensi, kalian harus memahami jenis, simbol dan nilai estetis. Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Jawablah pertanyaan berikut ini 1. Jelaskan pengertian jenis karya seni rupa tiga dimensi 2. Jelaskan pengertian simbol dalam karya seni rupa 3. Berikan contoh dan penjelasan unsur rupa yang menjadi simbol dalam karya seni rupa tiga dimensi. 4. Apa yang dimaksud dengan nilai estetis memiliki sifat objektif dan subjektif? Sumber Gambar Patung pemain biola setinggi 36 kaki karya pematung David Adickes terletak di Louisiana Street, di depan gedung Teater Lyric Houston Texas. Contoh 2. Test pemahaman apresiasi karya seni rupa tiga dimensi. Mintalah pada siswa untuk mengamati beberapa gambar karya seni rupa tiga dimensi yang terdapat dalam bab 2 semester 1 buku siswa gambar 1 sampai 10. Kemudian ajak mereka untuk mengidentiikasi aspek-aspek kerupaan dan makna simbolik yang terdapat dalam karya tersebut. 1 Sumber Wayang golek Fungsi Pakai/terapan Ekspresi/hias Keterangan berilah keterangan yang dapat diidentiikasi berdasarkan pengamatan ____________________ ____________________ ____________________ Berdasarkan hasil pengamatan siswa mintalah mereka untuk mengelompokkan dan mengisi tabel di bawah ini sesuai dengan jenis karya seni rupa tiga dimensi yang diamati No Jenis Karya Unsur-unsur Rupa Makna Simbolik Wayang golek ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… 10 Sumber Selanjutnya mintalah pada siswa untuk mendiskusikan hasil pengamatannya dalam kelompok kemudian secara individu memberikan tanggapan hasil diskusi dengan menggunakan contoh format di bawah ini. Format Diskusi Hasil Pengamatan Nama Siswa NIS Hari/Tanggal Pengamatan No. Aspek yang Diamati Uraian Diskusi Hasil Pengamatan Karya 1 1 Unsur-unsur rupa yang menonjol 2 Objek yang tampak 3 Bagian objek yang paling menarik 4 Makna simbolik 5 Nilai Estetis Karya 2 1 Unsur-unsur rupa yang menonjol 2 Objek yang tampak 3 Bagian objek yang paling menarik 4 Makna simbolik Apabila dalam tugas sebelumnya, guru menggunakan contoh gambar yang terdapat dalam buku siswa, maka untuk tugas selanjutnya guru meminta siswa untuk mengumpulkan sendiri gambar/foto karya-karya seni rupa tiga dimensi. Mintalah mereka untuk mengumpulkan gambar reproduksi karya seni rupa tiga dimensi dari berbagai sumber media cetak maupun elektronik. Kemudian buat analisis sederhana berkaitan dengan nama perupa jika ada, jenis karya, medium, teknik, bahan, unsur isik dan non isik, objek dan simbol pada karya-karya tersebut. Buatlah dalam bentuk format analisis sederhana seperti contoh berikut ini. Penugasan Deskripsi nama perupa, judul karya, ukuran, bahan, teknik, alat, objek, unsur isik dan non isik, makna simbolik dan sebagainya. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. Sumber Satu hal yang perlu diperhatikan guru dalam memberikan penilaian adalah keterbukaan terhadap berbagai alternatif jawaban. Siswa dapat memberikan berbagai jawaban yang menurut guru tidak lazim sekalipun tetapi tetap harus diapresiasi sepanjang siswa mampu memberikan penjelasan dari jawabannya tersebut. Contoh Format penilaian No. Nama Aspek Penilaian Kerincian Kelengkapan Ketepatan Uraian Kreativitas jawaban Kreativitas Bentuk laporan K C B SB K C B SB K C B SB K C B SB K C B SB 1 2 3 4 Dst. Keterangan Skor Penjelasan 4 Sangat Baik 3 Baik 2 Cukup 1 Kurang Pedoman Penskoran Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4 Perhitungan skor akhir menggunakan rumus Contoh Skor diperoleh 14, skor tertinggi 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir 2,8 Siswa memperoleh nilai Sangat Baik apabila memperoleh skor A – dan A Baik apabila memperoleh skor B - , B, dan B + Cukup apabila memperoleh skor C -, C, dan C + Kurang apabila memperoleh skor D dan D + Tabel konversi nilai No Interval Nilai Predikat Keterangan 1 3,83 < x ≤ 4,00 A Sangat Baik 2 3,50< x ≤ 3,83 A- Sangat Baik 3 3,17< x ≤ 3,50 B+ Baik 4 2,83< x ≤ 3,17 B Baik 5 2,50< x ≤ 2,83 B- Baik 6 2,17< x ≤ 2,50 C+ Cukup 7 1,83 < x ≤ 2,17 C Cukup 8 1,50< x ≤ 1,83 C- Cukup 9 1,17< x ≤ 1,50 D+ Kurang 10 1,00 ≤ x ≤ 1,17 D Kurang Siswa yang belum menguasai materi dapat diberikan remedial dengan pengayaan contoh-contoh karya seni rupa tiga dimensi berupa reproduksi karya seni rupa ataupun dengan mengunjungi pameran, studio, perajin dan sebagainya untuk melihat karya seni rupa secara langsung. Guru juga dapat menghadirkan karya seni rupa di kelas melalui media elektronik maupun secara langsung dengan membawa karya seni rupa ke dalam kelas. Pengenalan dan latihan yang terus menerus akan membiasakan siswa mengenali jenis karya, bahan, medium, teknik dan unsur-unsur visual pembentuknya, menemukan atau membangun makna simbolik serta memberikan penilaian estetis secara objektif maupun subjektif. Peran serta orang tua dalam pembelajaran seni rupa tiga dimensi ini sangatlah besar. Cobalah untuk meminta partisipasi orang tua melalui tanggapanya terhadap karya yang di buat dikumpulkan siswa. Guru dapat meminta siswa untuk mengerjakan latihan bersama orang tuanya dengan Remedial tanggapan yang diberikan orang tuanya tidak harus sama dengan komentar yang diberikan siswa. Tanggapan atau komentar dari orang tua tidak harus panjang lebar, catatan dalam bentuk beberapa baris kalimat dan tanda-tangan orang tua pada akhir lembaran tugas siswa cukup memadai sebagai langkah awal interaksi antara guru, siswa dan orang tua. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran pengertian dan jenis karya seni rupa tiga dimensi, siswa diharapkan mampu. 1. Membuat konsep berkarya seni rupa tiga dimensi. 2. Membuat sketsa karya seni rupa tiga dimensi. 3. Membuat karya seni rupa tiga dimensi. 4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam proses berkarya seni rupa tiga dimensi. 5. Menyajikan karya seni rupa tiga dimensi hasil buatan sendiri. 6. Mempresentasikan karya seni rupa tiga dimensi hasil buatan sendiri dengan lisan maupun tulisan. Pembuatan karya seni rupa tiga dimensi yang paling sederhana sekalipun dilakukan dalam sebuah proses berkarya. Tahapan dalam berkarya ini berbeda-beda sesuai dengan karakteristik bahan, teknik, alat dan medium yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa tersebut. Tahapan dalam berkarya seni rupa tiga dimensi ini seperti juga karya seni rupa pada umumnya, dimulai dari adanya motivasi untuk berkarya. Motivasi ini dapat berasal dari dalam maupun diri perupanya. Ide atau gagasan berkarya seni rupa tiga dimensi dapat diperoleh dari berbagai sumber. Ajaklah siswa untuk memperhatikan benda-benda dan peristiwa sehari-hari di sekitar tempat tinggalnya, amati berbagai karya seni rupa tiga dimensi dari berbagai media cetak maupun elektronik, kemudian mintalah mereka untuk mengembangkan B. Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi hasil pengamatannya menjadi gagasan berkarya seni rupa. Mintalah mereka untuk memilih bahan, media, alat dan teknik yang paling dikuasai atau ingin dicobanya dan mulai berkreasi membuat karya seni rupa tiga dimensi. Perhatikan bagan berikut ini, jelaskan kembali langkah-langkah umum dalam proses berkarya seni rupa tiga dimensi. Sertakanlah contoh berbagai jenis karya seni rupa tiga dimensi sehingga pemahaman siswa terhadap proses berkarya seni rupa tiga dimensi semakin lengkap. Bagan Proses Berkarya Keindahan sebuah karya tidak hanya kemiripan bentuknya saja, tetapi kesunguhan dalam membuat karya tersebut akan menjadikan sebuah karya unik dan menarik. Setiap manusia memiliki karakter dan keunikan yang berbeda-beda, demikian juga dengan karya yang di buat oleh siswa. Cobalah minta pada siswa untuk menulis rencana karya yang akan dibuat. Mintalah mereka untuk menuliskan alasan dalam memilih model yang akan dicontoh serta alasan memilih bahan, medium dan teknik yang akan digunakan. Kemudian berilah tugas membuat rencana dan berkarya menggunakan berbagai model, bahan, teknik, dan medium yang berbeda-beda. Ajaklah siswa untuk merasakan dan kemukakan objek mana yang menurut mereka paling menarik, bahan, media, dan teknik apa yang paling di sukai. Mintalah • • • • • • • mereka untuk menjelaskan mengapa objek tersebut menarik dan bahan, media serta teknik tersebut di sukai. Jika memungkinkan sajikan hasil karya siswa untuk didiskusikan bersama-sama. Fasilitasi mereka untuk saling memberikan tanggapan tidak hanya pada karya yang dibuat tetapi karya yang dibuat teman-teman yang lainnya juga. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk melihat karya seni rupa tiga dimensi melalui media cetak buku, majalah, brosur, dan sebagainya., internet dan kegiatan pameran. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk mengamati proses pembuatan karya seni rupa tiga dimensi. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk bertanya tentang konsep seni rupa tiga dimensi yang ada dan berkembang. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk bertanya tentang langkah-langkah membuat karya seni rupa tiga dimensi. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk membuat konsep berkarya seni rupa tiga dimensi. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk menghubungkan data-data yang diperoleh dengan kegiatan berkarya. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk membuat sketsa karya seni rupa tiga dimensi yang akan dibuat. Proses Pembelajaran Mengamati Menanya • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk bereksperimen dengan beragam teknik dan media dalam membuat karya seni rupa tiga dimensi. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk membuat karya seni rupa tiga dimensi. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk menyajikan hasil karyanya di depan kelas. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk mempertanggung jawabkan secara lisan atau tulisan mengenai karya seni rupa tiga dimensi yang dibuatnya. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk membandingkan karya sendiri dengan karya orang lain , mengenai bahan, media, jenis, simbol, teknik dan nilai estetis yang terkandung di dalamnya. Berkarya seni rupa tiga dimensi adalah kegiatan proses menggunakan alat dan bahan serta medium tertentu melalui keterampilan teknik berkarya seni rupa untuk memvisualisasikan gagasan, pikiran dan atau perasaan seorang perupa pada bidang dua dimensi. Waktu yang tersedia di sekolah untuk kegiatan berkarya seni rupa tiga dimensi sangat terbatas untuk itu guru diharapkan memberikan motivasi kepada siswa untuk berkarya di luar jam pelajaran sekolah dengan memanfaatkan potensi material berkarya seni rupa yang ada dilingkungan tempat tinggal siswa. Guru memberikan stimulasi dengan berbagai contoh karya seni rupa tiga dimensi melalui media pembelajaran cetak maupun elektronik, serta penugasan yang dapat dikerjakan secara individu maupun kelompok. Mengasosiasi Mengomunikasikan Konsep Umum Tugaskan siswa untuk membuat beberapa buah karya seni rupa tiga dimensi menggunakan berbagai media dan objek dengan melihat model. Mintalah mereka untuk membuat rancangan sketsa karya seni tiga dimensi nya terlebih dahulu pada selembar kertas berukuran A4 sebelum mulai berkarya. Berilah keterangan sederhana ukuran, medium, bahan dan teknik yang akan di gunakan pada sketsa yang dibuat tersebut. Pada akhir tahun ajaran akan diadakan pekan seni. Karya yang kamu buat akan dipamerkan bersama-sama karya dari kelas yang lain. Pada akhir tengah semester ini sajikanlah karya seni rupa yang sudah kamu buat dalam pameran sederhana di kelas. Nama ………. Kelas ………. Semester ………. Waktu penilaian ………. No Pernyataan 1 Saya berusaha belajar tentang jenis, simbol dan nilai estetis pada karya seni rupa tiga dimensi Ya Tidak Page 17 - Buku Paket Kelas 12 Seni Budaya Semester 1 P. 17 No. Karya Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Unsur-unsur rupa yang menonjol Objek yang tampak Bagian objek yang paling menarik 2 Unsur-unsur rupa yang menonjol Objek yang tampak Bagian objek yang paling menarik 3 Unsur-unsur rupa yang menonjol Objek yang tampak Bagian objek yang paling menarik 4 Unsur-unsur rupa yang menonjol Objek yang tampak Bagian objek yang paling menarik 5 Unsur-unsur rupa yang menonjol Objek yang tampak Bagian objek yang paling menarik Seni Budaya 7 15 16 17 18 19 No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 2 Unsur-unsur rupa yang menonjol Obyek yang tampak Bagian obyek yang paling menarik 3 Unsur-unsur rupa yang menonjol Obyek yang tampak Bagian obyek yang paling menarik 4 Unsur-unsur rupa yang menonjol Obyek yang tampak Bagian obyek yang paling menarik 5 Unsur-unsur rupa yang menonjol Obyek yang tampak Bagian obyek yang paling menarik 6 Unsur-unsur rupa yang menonjol Obyek yang tampak Bagian obyek yang paling menarik Uraian kamu tentang medium bahan, teknik, dan alat, unsur-unsur rupa, dan obyek dalam karya seni rupa adalah modal awal untuk membuat kritik berkarya seni rupa. Agar semakin mudah memahami tentang kritik karya seni rupa, bacalah konsep-konsep tentang pengertian, jenis, dan fungsi kritik karya seni rupa di bawah ini. Selanjutnya, kamu bisa mengamati tulisan- tulisan kritik karya seni rupa dua dimensi yang ada di berbagai media cetak maupun elektronik, kemudian nanti dapat mencoba menulis kritik karya seni rupa. 32 Kelas X SMA / MA / SMK / MAK You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. - ASPEK YANG DIAMATI Unsur-unsur rupa yang menonjol 1 Objek yang tampak Bagian objek yang paling menarik Unsur-unsur req anime isekai bang Di tinjau dari etimologis kata maka asal kata nassyid adalah karakteristik cacing​ sebutkan 5 contoh karya seni sebagai kebutuhan akan benda pakai yaitu... di bantu jawab dengan benar ya kak! ​ apa yang di maksud dengan poster?​ .sebutkan langkah-langkah dalam menyelenggarakan pergelaran tari! 1. cabang seni yang bentuknya terdiri atas unsur-unsur rupa, yaitu garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang, dan warna disebut cabang seni... 10. peninggalan sejarah islam yang masih dilaksanakan sampai sekarang adalah upacara peringatan kelahiran nabi muhammad saw yang diadakan setiap rabiu … l awwal tahun hijriyah dialun -alun surakarta dan yogyakarta. upacara ini disebut.. 11. jelaskan ciri-ciri pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana cabang seni adalah seni rupa, coba jelaskan apa yang dimaksud seni rupa? posisi penari membentuk barisan lurus tetapi menyerong ke kanan atau kiri disebut pola lantai..​ tangga nada diatonis adalah Tangga nada yang memiliki...nada pokok...​ perhatikan perhatikan data-data berikut!1 pameran menyambut kunjungan tamu2. pameran akhir studi3. pemeran peserta seminarberdasarkan data-data di a … tas termasuk dalam kategori pamerana. permanen b. rutin c. tetap d. insidental​​ Menganalisis tari berdasarkan bentuk penyajiannya Sebutkan unsur-unsur pola lantai rakit lajur! kak tolong jawab dong plis​ tolong bantu jawab plis​ Tuliskan pengertian kemampuan improvosasi​ apa yang dimaksud dengan dirigen tolong bantu jawab seni ​ Penggunaan teknik penilaian hasil Belajar Seni Budaya dapat beberapa cara dalam penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam Sistem Penilaian Kelas sebagai berikut a. Penilaian Kompetensi Sikap Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat”peer evaluation oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian rating scale yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik. 1 Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Lembar observasi dapat disusun guru sesuai dengan KD dan aspek seni yang dipelajari, sehingga penilaian dalam bentuk observasi ini dapat melengkapi penilaian lainnya, agar perilaku peserta didik dapat lebih diamati dengan baik. BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 120 Pada pembelajaran Seni Budaya lembar observasi biasanya berupa pengamatan dalam kegiatan mengeksplorasi dan berkreasi seni. Contoh Lembar pengamatan peserta didik untuk kegiatan Menirukan Gerak Tari Tradisi No Nama Peserta didik Peilaku yang diamati Terbuka Kerajinan Keaktifan Kedisiplinan 1 2 3 4 2 Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri. Instrumen penilaian diri dibuat guru sesuai dengan KD dan indikator yang ingin dicapai, khususnya pada kemampuan mengapresiasi dan berkreasi seni. Berdasarkan penilaian diri, maka guru akan memberikan perbaikan pembelajaran terhadap peningkatan kompetensi melalui remedial, sedangkan untuk peserta didik yang memiliki BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 121 kompetensi unggul maka guru dapat memberikan pengayaan. Penilaian diri memerlukan kejujuran dari peserta didik, untuk itu harus dilengkapi dengan penilaian antarpeserta didik. Pada mata pelajaran Seni Budaya indikator kreativitas, mandiri dan bertanggung jawab menjadi tujuan. Kreatifitas merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki dalam berkesenian, demikian pula kemandirian. Rasa tanggung jawab menjadi warga negara yang baik dapat direfleksikan melalui pemahaman terhadap berkehidupan bernegara seperti menghormati keberagaman budaya antar etnis, Sehingga mempunyai rasa memiliki terhadap budayanya sendiri dan menghargai budaya orang lain. 3 Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik. Instrumen ini membantu dalam memberikan informasi ketika peserta didik melakukan penilaian diri. 4 Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 122 b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan Pendidik dapat menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. 1 Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran. 2 Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan. 3 Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas. Instrumen penugasan sering digunakan pada mata pelajaran Seni Budaya, khususnya pada komptensi yang menekankan kepada apresiasi seni. c. Penilaian Kompetensi Keterampilan Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian rating scale yang dilengkapi rubrik. 1 Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi. Tes praktik sangat umum digunakan untuk BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 123 mengukur kompetensi keterampilan dalam mengekspresikan dan berkarya seni. Contoh Kemampuan mengekspresikan tari kreasi gaya tradisi yang dapat diidentifikasi melalui dimensi-dimensi dari variabel kemampuan menari, sehingga indikator-indikator yang harus dicapai dapat dirumuskan sesuai dengan tujuan pencapain hasil belajar menari tersebut Aspek Komponen Skor Bobot 1 2 3 4 Gerak 1. Melakukan teknik gerak 2. Melakukan gerak penghubung 3. Kelancaran melakukan gerak dari awal hingga akhir 50% Jumlah Irama 4. Kesesuain gerak dengan irama 5. Kesesuaian gerak dengan ritme 6. Ketepatan gerak dengan Hitungan 30% Jumlah Eskpre 7. Ekspresi gerak BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 124 si 8. Harmonisasi gerak 9. Keserasian antara gerak dengan ekspresi wajah karakter 20% Jumlah Jumlah Keseluruhan Keterangan Kriteria Penilaian Rubrik No. Butir Aspek yang diamati 1 4 peserta didik mampu melakukan pengembangan teknik gerak berdasarkan tari tradisi 3 peserta didik mampu melakukan pengembangan teknik gerak tetapi tidak berdasarkan tari tradisi 2 peserta didik kurang mampu melakukan pengembangan teknik gerak berdasarkan tari tradisi 1 peserta didik tidak mampu melakukan pengembangan teknik gerak berdasarkan tari tradisi 2 4 peserta didik mampu melakukan gerak penghubung dengan baik 3 peserta didik mampu melakukan BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 125 No. Butir Aspek yang diamati dalam melakukannya 2 peserta didik mampu melakukan gerak penguhubung tetapi tidak dapat melakukannya dengan baik 1 peserta didik tidak mampu melakukannya gerak penghubung 3 4 peserta didik mampu menarikan dengan lancar gerak dari awal sampai akhir 3 peserta didik mampu menarikan dengan kurang lancar gerak dari awal sampai akhir 2 peserta didik mampu menarikan dengan tidak lancar gerak dari awal sampai akhir 1 peserta didik tidak mampu menarikan gerak dari awal sampai akhir 4 4 peserta didik mampu menari sesuai dengan irama 3 peserta didik mampu menari kurang sesuai dengan irama 2 peserta didik mampu menari tidak sesuai dengan irama 1 peserta didik mampu menari sangat tidak sesuai dengan irama BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 126 No. Butir Aspek yang diamati 5 4 peserta didik mampu menari sesuai dengan ritme 3 peserta didik mampu menari kurang sesuai dengan ritme 2 peserta didik mampu menari tidak sesuai dengan ritme 1 peserta didik mampu menari sangat tidak sesuai dengan ritme 6 4 peserta didik mampu menari sesuai dengan hitungan gerak 3 peserta didik mampu menari, tetapi kurang sesuai dengan hitungan gerak 2 peserta didik mampu menari, tetapi tidak sesuai dengan hitungan gerak 1 peserta didik tidak mampu menari dan tidak sesuai dengan hitungan gerak 7 4 peserta didik mampu mengekspresikan gerak sesuai dengan tema tari 3 peserta didik kurang mampu mengekspresikan gerak sesuai dengan tema tari BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 127 No. Butir Aspek yang diamati mengekspresikan gerak, namun kurang sesuai dengan tema tari 1 peserta didik tidak mampu mengekspresikan gerak sesuai dengan tema tari 8 4 peserta didik mampu menari dengan harmonis 3 peserta didik kurang mampu menari dengan harmonis 2 peserta didik mampu menari tidak memperhatikan harmonis 1 peserta didik tidak mampu menari dengan harmonis 9 4 peserta didik mampu menari dengan serasi antara gerak dengan ekspresi wajah karakter 3 peserta didik mampu menari tanpa memperhatikan keserasian antara gerak dengan ekspresi wajah karakter 2 peserta didik kurang mampu menari dengan serasi antara gerak dengan BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 128 No. Butir Aspek yang diamati ekspresi wajah karakter 1 peserta didik tidak mampu menari dengan serasi antara gerak dengan ekspresi wajah karakter 2 Projek adalah tugas-tugas belajar learning tasks yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu. Penilaian projek dalam pembelajaran Seni Budaya dapat dilakukan guru pada kegiatan pameran atau pergelaran seni, selain itu juga dapat dalam bentuk membuat laporan, ulasan atau kritik seni yang dipresentasikan peserta didik. Pada penilaian projek setidaknya ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan yaitu pengelolaan Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan. Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 129 pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran. Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. Penilaian Projek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan sampai dengan akhir projek. Untuk itu perlu memperhatikan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. Pelaksanaan penilaian dapat juga menggunakan rating scale dan checklist. 3Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti makanan, pakaian, hasil karya seni patung, lukisan, gambar, barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 tiga tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu a. Tahap persiapan, meliputi penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk. BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 130 b. Tahap pembuatan produk proses, meliputi penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik. c. Tahap penilaian produk appraisal, meliputi penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan. Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. a. Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal. b. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan. Contoh Penilaian produk untuk materi Seni Rupa dilakukan terhadap tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Penilaian psikomotorik mendapatkan porsi lebih besar dibandingkan dengan kognitif dan afektif di bawah ini adalah contoh penilaian terhadap hasil karya peserta didik. BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 131 No. Aspek Penilaian Skor 1 2 3 4 A MELUKIS 1 Ide/gagasan 2 Komposisi 3 Kreativitas 4 Kerapihan dan kebersihan 3 Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Penilaian portofolio diberikan agar karya peserta didik didokumentasikan dengan baik sebagai pendukung dalam kemampuan menilai kemampuan diri. Portofolio dalam mata pelajaran Seni Budaya dapat berupa kumpulan hasil karya Seni Rupa atau karya-karya seni dalam bentuk VCD dan deskripsi karya seni. C. Pelaksanaan Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar

aspek yang diamati uraian hasil pengamatan seni budaya